Topologi dan Perangkat Jaringan

151 views

81search.net – Topologi dan Perangkat Jaringan, Topologi dan Perangkat Jaringan

Topologi dan Perangkat Jaringan

Macam Macam Topologi Jaringan

topologi jaringan
Apakah topologi jaringan itu? Topologi jaringan adalah konfigurasi susunan bagaimana perangkat komputer satu ke komputer lainnya saling di hubungkan sehingga membentuk jaringan.
Macam macam topologi jaringan, yaitu? Topologi star, topologi bus, topologi ring, topologi three, dan topologi mess.

1. Topologi BUS


Topologi Bus

Topologi Bus  merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50 ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Karakteristik topologi bus:
·         Node-node di hubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada ujung kabel di tutup dengan terminator
·         Sangan ek­­­onomis dalam biaya
·         Tidak di perlukan hub, yang banyak di perlukan adalah T-connector
·         Masalah yang terjadi adalah jika salah satu node rusak , maka jaringan dapat down secara keseluruhan, sehinggaa seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tsb
Kelebihan topologi bus:
·         Topologi yang sederhana
·         Kabel yang digunakan tidak terlalu banyak (Hemat kabel)
·         Biayanya yang murah
·         Caukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus
Kekurangan topologi bus:
·         Lalu lintas yang padat dapat memperlambat jaringan topologi bus
·         Sangat sulit untuk melakukan troubleshooting
·         Lebih lambat di bandingkan topologi yang lain
·         Diperlukan repeater untuk jarak jauh
·         Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
2. Topologi RING
topologi ring

Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.
Karakteristik topologi ring:
·         Node-node di hubungkan secara serial di sepanjang kabel,dengan bentuk jaringan seperti lingkaran
·         Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah(kiri/kanan) sehingga tabrakan data/collision dapat terhindarkan
·         Masalah yang terjadi sama seperti topologi bus
·         Kabel yang digunakan kabel UTP
Kelebihan topologi ring:
·         Dapat mengalir dalam satu arah(kiri/kanan) sehingga collision dapat teerhindarkan
·         Waktu untuk mengakses data lebih optimal
·         Aliran data mengalir cepat
Kekurangan topologi ring:
·         Apabila ada salah satu komputer gagal berfungsi maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan
·         Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang
·         Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan
·         Pengembangan jaringan lebih kaku

3. Pengertian Topologi STAR
topologi star
Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
Karakteristik topologi star:
·         Setiap node berhubungan langsung dengan hub
·         Sangan mudah di kembangkan
·         Jika salah satu ethernet rusak, maka keseluruhan jaringan tetap bisa berkomunikasi
·         Tipe kabel menggunakan kabel UTP
Kelebihan topologi star:
·         Cukup mudah untuk menambah dan mengubah komputer dalam jaringan
·         Apabila salah satu komputer mengalami kerusakan maka jaringan tidak akan membuat mati seluruh jaringan
Kekurangan topologi star:
·         Jumlah terminal terbatas tergantung port pada HUB
·         Lalu lintas yang padat dapat membuat jaringan bekerja lambat
·         Menggunakan kabel yang banyak
·         Perlu penanganan khusus


4. Pengertian Topologi Tree
topologi tree
Topologi Pohon (Tree) adalah kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone.
Karakteristik topologi Tree:
·         untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda
·         terdapat beberapa tingkatan simpul atau node.
Kelebihan topologi Tree:
·     Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.
Kekurangan topologi Tree: 
·        Apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
5. Topologi Mesh
topologi mesh
Topologi Mesh adalah suatu topologi yang memang didisain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software.
Karakteristik topologi mesh:
·         Topologi ini memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan yang ada
·         Peralatan yang ada di dalam jaringan terhubung satu sama lain.
Kelebihan topologi mesh:
·         Mudah untuk melakukan troubleshooting
·         Terjamin kapasitas chanelkomunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih
·         Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya
·         Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
Kekurangan topologi mesh:
·         Sulit untuk melakukan instalasi dan konfigurasi ulang
·         Banyak biaya yang di keluarkan
·         Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port.
6. Topologi Linier
topologi linier
Topologi runtut (linear topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator).

Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.

Kelebihan topologi linier:
·         hemat kabel
·         tata letak kabel sederhana
·         mudah dikembangkan
·         tidak butuh kendali pusat
·         penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan
Kekurangan topologi linier:
·         deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
·         kepadatan lalu lintas tinggi
·         keamanan data kurang terjamin
·         kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah
·         diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.
B.  Macam Macam Perangkat Jaringan
1. NIC (Network Interface Card)
perangkat jaringan
NIC (Network Interface Card) atau yang biasa disebut LAN card ini adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Komponen ini biasanya sudah terpasang secara onboard di beberapa komputer atau laptop.

2. Hub dan Switch

perangkat jaringan

Hub dan Switch adalah perangkat Konsentrator yaitu perangkat yang digunakan untuk menyatukan kabel-kabel dari workstation, server, atau perangkat host lainnya. Biasanya konsentrator ini digunakan pada jaringan dengan topologi star. Sebagai konsentrator, switch mempunyai kemampuan lebih lebih dibanding Hub.

3. Konektor
perangkat jaringan
Konektor digunakan sebagai sarana penghubung antara kabel dengan colokan NIC (Network Interface Card) yang ada pada komputer Anda. Jenis konektor ini disesuaikan dengan tipe kabel yang digunakan misalnya Konektor RJ-45 berpasangan dengan kabel UTP/STP, konektor BNC/T berpasangan dengan kabel coaxial dan konektor ST berpasangan dengan kabel fiber optic.

4. Repeater

perangkat jaringan

Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal yang melemah karena melewati media transmisi yang panjang cara kerja repeater ini dengan cara menerima sinyal dari satu segmen kabel kemudian memancarkan kembali sinyal tersebut dengan kekatan yang sama dengan sinyal aslinya, sehingga jarak transmisi atau kabel dapat diperpanjang.

5. Bridge
Fungsi dari bridge hampir sama dengan repeater, tetapi bridge mampu menghubungkan antar jaringan yang menggunakan transmisi berbeda. Misalnya, jaringan ethernet baseband denagn ethernet broadband. Bridge dapat pula menghubungkan jaringan yang menggunakan tipe kabel berbeda ataupun topologi yang berbeda. Bridge dapat mengetahui alamat ip setiap komputer pada tiap-tiap jaringan.

6. Router

perangkat jaringan

Router merupakan perangkat khusus yang digunakan untuk menangani kenektivitas antara dua jarinagn atau lebih yang terhubung melalui paket switching. Cara kerja router dengan melihat alamat asal dan alamat tujuan dari paket yang melewatinya kemudian router memutuskan rute yang akan dilewati paket tersebut untuk sampai ke tujuan. Router mengetahui alamat masing-masing komputer dilingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridge, dan router lainnya.

7. Modem

perangkat jaringan

Modem atau modulator-demodulator merupakan perangkat yang berfungsi merubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Secara umum digunakan untuk memperoleh koneksi internet baik menggunakan kabel telepon maupun sinyal mobile.

Terima Kasih Atas kunjungan anda di halaman  Topologi dan Perangkat Jaringan, Jangan lupa untuk Membookmars Halaman ini jika  Topologi dan Perangkat Jaringan berguna untuk anda.