Waspada Terhadap Bahaya Hutang Pada Rentenir

98 views

Dewasa ini zaman telah semakin maju dan berkembang, hal ini tentu akan menyebabkan manusia semakin dihimpit dengan kebutuhan-kebutuhan yang terus meningkat. Keuangan adalah salah satu unsur kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Tidak jarang manusia menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan finansialnya, salah satu fenomena yang saat ini semakin marak terjadi di masyarakat adalah praktek-praktek riba atau rentenir. Banyak dari masyarakat kita demi untuk memenuhi kebutuhan keuangannya, mereka terpaksa meminjam uang kepada rentenir atau lintah darat, tentunya dengan bunga pinjaman yang cukup tinggi. Meski terkesan membantu dalam masalah himpitan keuangan si peminjam uang, namun praktek transaksi ini pada kenyataannya justeru sangat membebani si peminjam, pasalnya bunga yang harus dibayarkan terkadang lebih tinggi dari pada pokok utang jika si peminjam sering terlambat membayar angsuran. Oleh sebab itu hendaknya masyarakat harus berhati-hatiĀ  terhadap bahaya hutang pada rentenir, yang kadang tidak mengenal belas kasihan.

tempat-pinjam-uang-rentenir

Bahaya Hutang Pada Rentenir dan Fenomena yang Meliputinya

Rentenir adalah seseorang yang meminjamkan uang kepada seseorang lain yang membutuhkan pinjaman, kemudian ia akan membungakan pinjaman tersebut dengan bunga yang sangat tinggi. Biasanya rentenir akan memanfaatkan kelemahan dan kesulitan hidup dari si peminjam, tidak segan mereka akan merampas barang-barang harta benda milik si peminjam jika hutangnya telah jatuh tempo, dan si peminjam belum melunasinya. Telah banyak kasus orang-orang yang usahanya bangkrut lantaran ingin mengembangkan usaha dengan meminjam uang untuk modal kepada rentenir namun karena bunga yang dibebankan terlau tinggi dan keuntungan yang didapat belum bisa mencukupi untuk membayar pinjaman sehingga pada waktu jatuh tempo barang-barang milik si peminjam disita oleh rentenir sebagai pembayaran atau pelunasan atas sisa hutangnya. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum meminjam uang ke rentenir sebagai modal, apalagi sekarang ada sistem pinjaman tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, yang dapat menjadi solusi Anda mendapatkan tambahan modal tanpa harus meminjam ke rentenir, belum lagi disertai dengan berbagai resiko yang berat.

Prakter-prakter riba seperti ini sebenarnya telah dilarang oleh agama dan tidak sesuai dengan UU Perbankan no 10 tahun 1998 yang mengatur ketentuan mengenai siapa yang boleh memberikan dan menghimpun dana dari dan kepada masyarakat. Meski tidak secara gamblang melarang praktek penggandaan uang pinjaman atau riba, namun pada UU tersebut sudah diatur bahwa badan yang dilegalkan untuk memberikan pinjaman kepada masyarakat adalah bank, koperasi dan sejenisnya. Selain merugikan debitur secara langsung, praktek riba juga dilarang oeh agama, karena riba dapat menimbulakn kesengsaraan bagi orang yang tidak mampu melunasi hutangnya, hal ini juga dapat menimbulkan kecenderungan si kaya mengeksploitasi si miskin.

Akan ada banyak sekali bahaya hutang pada rentenir yang dapat ditimbulkan dan merugikan peminjam itu sendiri, meski terkesan membantu memberikan pinjaman ketika terhimpit kebutuhan keuangan, namun pada akhirnya uang pinjaman yang dikembalikan akan lebih tinggi dari pinjaman awalnya. Tidak jarang rentenir akan meningkatkan bunga pinjaman setiap bulan jika si peminjam (debitur) terlambat dalam melunasi angsurannya pada setiap tanggal yang telah disepakati. Peminjaman uang yang dilakukan oleh rentenir dengan menerapkan bunga tinggi kepada peminjam ini berpotensi menimbulkan kerugian negara. Mengapa demikian? Karena skema pemberian pinjaman kepada rakyat kecil ini bersifat kapitalis, yang mana para pemodal yang berkuasa akan menindas rakyat yang disini adalah sebagai peminjam. Biasanya orang-orang yang terpaksa meminjam uang kepada rentenir ini memiliki keterbatasan akses ke lembaga legal seperti bank. Beberapa orang juga nekat menggadaikan baset berharga mereka ke rentenir padahal jika masyarakat dapat memahami secara lebih baik, menggadaikan barang berharga ke Pegadaian akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan menggadaikannya ke rentenir atau badan yang tidak resmi.

Kemudian hal lain yang bisa muncul dari bahaya hutang pada rentenir yaitu kejadian dimana si peminjam dilaporkan kepolisi karena tidak bisa membayar utangnya kepada rentenir. Hal inilah yang perlu diwaspadai oleh peminjam, mengingat tidak ada payung hukum yang mengatur tentang praktek rentenir maupun suku bunga untuk kegiatan pinjam meminjam. Mengenai hal ini hukum akan memandang bahwa ini merupakan perjanjian yang sudah disepakati oleh si peminjam dan pemberi pinjaman. Perjanjian yang dilakukan antara peminjam dan pemberi dianggap sudah dilakukan secara sadar, sehingga praktek riba semacam ini sah-sah saja dilakukan. Dalam Undang-undang juga tidak ada satu pasal pun yang menyebutkan bahwa praktek rentenir illegal, sehingga undang-undang pun memperbolehkan adanya kegiatan pinjam-meminjam dengan disertai perjanjian bunga dan sebagainya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa, seseorang yang telah terlanjur terlilit hutang dengan rentenir maka tidak ada alasan lain yang bisa menolong, selain melunasinya. Namun hal berbeda dapat terjadi jika si pemilik modal (rentenir) telah dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap peminjam, sehingga dengan begitu si peminjam dapat melaporkannya ke polisi dengan tuduhan perlakuan tidak menyenangkan atau kekerasan dan si rentenir dapat dikenai sanksi berupa hukuman penjara.

Seseorang yang telah terlanjur masuk dalam jeratan hutang rentenir sejatinya, tidak ada payung hukum apapun yang bisa membantunya keluar dari hutang-hutang tersebut kecuali melunasinya. Oleh sebab itu sebelum benar-benar terjerumus ke dalam lembah hutang rentenir, masyarakat diharapkan waspada terhadap iming-iming dari para rentenir mengenai pencairan dana yang cepat dan mudah, biasanya hal inilah yang membuat masyarakat terperdaya dengan lebih memilih meminjam uang kepada rentenir dari pada meminjam uang ke lembaga yang lebih terjamin seperti bank atau koperasi. Keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai tata cara mengajuan pinjaman ke bank atau koperasi juga menjadi salah satu faktor pemicu semakin meningkatnya minat masyarakat meminjam uang ke rentenir.

Apabila Anda telah terlanjur terlilit utang rentenir, beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir semakin membengkaknya uang yang harus dibayarkan adalah dengan melakukan negosiasi kepada si pemilik modal agar menghentikan bunga pinjaman serta memperpanjang jatuh tempo pembayaran, bernegosiasilah agar Anda diizinkan untuk tidak membayar hutang dalam tenggat waktu tertentu, sehingga uang yang tidak Anda bayarkan ini Anda gunakan untuk mengembangkan usaha terlebih dahulu, kemudian nantinya hasil usaha baru Anda bayarkan kepada rentenir sebagai pelunasannya, usahakan membayar angsuran tepat waktu agar Anda tidak terkena denda keterlambatan yang akan semakin memperberat beban hutang Anda. Memang ini bukan cara yang mutlak untuk melunasi hutang rentenir dengan cara yang mudah namun ini akan meminimalisir utang Anda agar tidak semakin membengkak. Sebelum Anda memutuskan untuk mengajukan pinjaman uang kepada rentenir, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa solusi keuangan lain karena saat ini telah banyak solusi untuk menyelesaikan masalah keuangan Anda, contohnya jika Anda membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha Anda tidak perlu khawatir karena sekarang ada Monily pinjaman uang tanpa jaminan yang dapat memberikan Anda pinjaman uang tanpa syarat yang rumit dan tanpa menguras waktu Anda.